Fitri Larasati Rifqatusa'adah Lubis
Loser and winner. Stock Photo - 11428446


Saya ini pemenang, kamu pecundang! Kan piala saya lebih banyak dari kamu.
Saya ini pemenang, kamu pecundang! Kan kemampuan bertanding saya lebih hebat dari kamu.
Saya ini pemenang, kamu pecundang! Kan saya lebih kuat daripada kamu.
Saya ini pemenang, kamu pecundang! Kan saya lebih pintar daripada kamu.


Sering sekali kita mendengar perkataan tersebut, sesorang menganggap dirinya pemenang karna ia memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan lawannya. Apa iya seorang pemenang bisa dinilai dari kehebatannya saja? Oh tentu tidak.

Bukan piala yang menentukan bahwa kita adalah seorang pemenang, bukan juga ketangguhan, kekuatan, maupun kepintaran.

Tanpa kita sadari, dengan lahirnya kita di dunia ini kita sudah menjadi seorang pemenang. Apakah orang yang kalah tidak bisa disebut pemenang? Menurut saya tidak, mengapa? Memang banyak orang yang belum memiliki kesempatan untuk menang. Tetapi, walaupun ia tidak menjadi seorang pemenang tetapi apablia ia telah berhasil memenangkan dirinya untuk meyakini bahwa ada kesempatan lagi untuk menjadi seorang pemenang. Jadi kalau begitu, tidak ada pecundang di muka bumi ini? Oh tentu tidak. Ada juga pecundang di muka bumi ini, mengapa demikian? Karna ia tidak ingin menjadi seorang pemenang.

Ketika seorang pemenang melakukan kesalahan, dia berkata, “saya salah”. Ketika pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, “ini bukan salah saya!”.
Seorang pemenang berani mengakui kesalahannya karna ia bisa dan dapat belajar dari sebuah kesalahan untuk menjadi orang yang lebih baik. Tidak ada kesalahan yang tidak bisa diperbaiki, semua orang dapat berubah menjadi lebih baik. Kemauan merupakan kunci utamanya.

Pemenang berkata, “saya sudah baik, tapi saya bisa lebih baik lagi!”. Pecundang berkata, “Saya tidak sejelek orang lain!”.
Seorang pemenang selalu ingin maju dan menjadi orang yang lebih baik, tidak peduli ada orang yang lebih buruk darinya. Berbeda dengan seorang pecundang, dia tidak peduli ada orang yang lebih baik darinya, karna dia merasa bahwa ada orang yang lebih buruk dibandingkan dirinya.

Pemenang mencoba belajar dari setiap orang yang lebih baik dari dia.Pecundang selalu mencoba menjatuhkan orang lain 
Seorang pemenang selalu belajar dari pengalaman orang-orang yang menurutnya adalah pelajaran bagi hidupnya. Seorang pemenang selalu menjadikan kehebatan orang lain sebagai motivasi dan dorongan agar ia bisa menjadi sama atau lebih dari orang tersebut, berbeda dengan seorang pecundang yang menganggap hal itu biasa saja.

Pemenang berkata,”mari saya kerjakan ini untuk kamu!”. Pecundang berkata, “itu bukan pekerjaan saya!”.
Seorang pemenang selalu ingin mencoba sesuatu yang baru, ibaratkan ada suatu pekerjaan yang bukan merupakan pekerjaannya tetapi ia akan mencoba untuk melakukannya, berbeda dengan seorang pecundang yang hanya diam di satu posisi saja. 

Pemenang berkata, “ini sulit tapi mungkin!”. Pecundang berkata, “ini mungkin tapi sangat sulit untuk mengerjakannya!”. 
Seorang pemenang juga pasti akan merasakan kesulitan, tetapi ia tidak akan menyerah begitu saja. Ia mempunyai solusi-solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahanya. Berbeda dengan pecundang yang langsung menyerah begitu saja.

Pemenang selalu mempunyai rencana-rencana . Pecundang selalu mencari alasan. 
Pemenang mempunyai komitmen-komitmen. Pecundang hanya berjanji janji saja. 
Pemenang selalu menjadi bagian dari jawaban. Pecundang selalu jadi bagian dari masalah. 
Pemenang tuntas memecahkan masalah. Pecundang selalu tanggung-tanggung & tidak pernah memecahkan masalah.


Ciri-ciri seorang pemenang yaitu : 
- dekat dengan tujuan
- tidak mengeluh dan menyerah
- ingin menjadi lebih baik
- suka menyemangati, sebagai rahmat bagi orang lain
- selalu bergembira




HIDUP ITU PUNYA CITA-CITA!
HIDUP ITU MELAYANI!
TIDAK KENAL LELAH!
dan
PEMENANG HARUS SETIA DENGAN CITA-CITANYA!

jadi, jalan mana yang anda pilih?


Label: 9 komentar | edit post
Fitri Larasati Rifqatusa'adah Lubis


MEMBACA


Mendengar kata membaca, difikiran kita pasti terbayang dengan buku. Buku merupakan sumber ilmu, hal itu sering dikatakan oleh masyarakat luas. Tetapi, apa iya semua buku merupakan sumber ilmu? Bukankah buku yang mengandung ilmu itu hanya buku pelajaran saja? Jawabannya adalah TIDAK. Memang buku yang memiliki banyak ilmu pengetahuan itu kebanyakan adalah buku-buku pelajaran, tetapi buku-buku fiksi maupun non fiksi itu merupakan sumber ilmu juga. Kita ambil contoh seperti sebuah novel. kebanyakan orang menganggap novel itu hanya sebuah karangan seseorang yang di dapat dari imajinasinya maupun kisah hidupnya. Kebanyakan orang menganggap sebuah novel itu hanya sebagai sarana hiburan di waktu luang saja. Apakah dari sekian banyak orang yang membaca novel itu sadar bahwa sebenarnya novel itu juga memiliki ilmu? Memang di novel tidak ada rumus-rumus fisika maupun matematika, tetapi ilmu kehidupan bisa kita dapat ketika membaca novel.


Banyak orang yang tidak gemar membaca, alasan yang biasa kita dengar adalah "pusing, isinya tulisan semua". Nah solusi untuk menghadapi masalah seperti itu adalah, budayakan membaca sejak kecil. Tidak ada ruginya jika kita mulai membaca sejak dini. Dimulai dari membaca buku cerita anak-anak, dongeng, itu juga merupakan sumber ilmu bagi si anak. Mulailah membaca sejak dini, tidak ada ruginya jika kita membaca. Dimulai dari kegemaran membaca komik saja sudah merupakan awal yang baik bagi para pemula yang ingin membaca. Walaupun komik banyak mengandung gambar, tapi tetap saja jika kita membaca dan sudah asik pasti kita selalu penasaran dengan isinya.
                                     


Membaca tidak membuat kita rugi dalam waktu. Ada orang yang berpendapat bahwa membaca itu membuang-buang waktu saja. Oh kata siapa? Membaca itu kan baik, dan lagipula buku adalah sumber ilmu, berarti tidak membuang waktu kan? Kita justru menambah ilmu kita.

Cara membaca setiap jenis buku juga berbeda. Jika kita membaca buku pelajaran dibutuhkan konsentrasi, tetapi jika membaca sebuah novel kita bisa membacanya dimana saja dan kapanpun kita mau. Tidak perlu menghafal apa isi buku itu, dengan sendirinya kita akan mengingat kronologi dari buku tersebut. Kita paham apa yang disampaikan oleh si penulis, hal ini yang membuat kita juga gemar membaca.

Manfaat membaca sangat banyak, ada beberapa point yang saya kutip dari manfaat membaca, yaitu :

  • Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
  • Ketika sibuk membaca, sesorang terhalang masuk dalam kebodohan.
  • Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
  • Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
  • Membaca membatu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
  • Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
  • Dengan sering membaca, seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalama orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksanan dan kecerdasan para sarjana.
  • Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya baik untuk mendapat dan merespon ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari disiplin ilmu dan aplikasi didalam hidup.
  • Keyakinan seseorangakan bertambah ketika dia membaca buku2 yang bermanfaat, terutama buku2 yang ditulis oleh penulis2 muslim yag saleh. Buku itu adalah penyampai ceramah terbaik dan ia mempunyai pengaruh kuat untuk menuntun seseorang menuju kebaikan dan menjauhkan dari kejahatan.
  • Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia2
  • Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat, lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat.

  • Jadi, kapan anda akan mulai membaca? Jangan ditunda lagi, tidak ada kerugian yang anda peroleh dari membaca. 

    Label: 3 komentar | edit post
    Fitri Larasati Rifqatusa'adah Lubis


    GERIGI ITS
    “Bersama Bersinergi Jaya Almamaterku!”
               Assalamualaikum Wr. Wb.
                Nama saya Fitri Larasati asal dari Jakarta dan saat ini menjadi mahasiswi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan menjadi bagian dari fakultas FTIf jurusan Sistem Informasi. Pada tanggal 30 Agustus – 1 September 2013, saya mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM ITS yaitu Generasi Integralistik atau sering disebut GERIGI ITS 2013. Awalnya saya merasa acara ini hanya membuat saya merasa capek, lelah, dll. Awalnya saja kita sudah disuruh untuk meminjam almamater, ini membuat saya awalnya yakin bahwa gerigi itu ribet. Memang, hari pertama acara gerigi kita maba ITS 2013 dikumpulkan jam 14.00 WIB di taman alumni ITS itu sangat mengesalkan. Karena apa? Panas matahari yang sangat terik. Sehabis pembukaan kita melanjutkan untuk shalat ashar dan menuju spot yang telah ditentukan. Saat itu saya berada di Komunal 8, Kelompok 5 (Candi Pari). Kelompok saya mendapat spot di plasa fmipa-kimia. Disitu kita mulai berkenalan satu sama lain dan bercerita tentang perjuangan kita untuk bisa berada di kampus perjuangan ITS. Pada sore hari, kita mendapatkan materi mengenai peran fungsi mahasiswa. Materi ini adalah materi yang paling saya sukai karna menjelaskan dengan detail peran kita sebagai mahasiswa. Yaitu “agent of change, moral force, iron stock, dan social control”. Mendengar materi yang disampaikan oleh senior ITS membuat saya ingin menjalankan semua peran fungsi mahasiswa. Selanjutnya acara gerigi di lanjutkan dengan materi yang lain dan saat waktu pulang kelompok saya masih berlatih untuk persiapan show off nanti.
                Hari kedua Gerigi ITS sama dengan hari kemarin. Kami mendapatkan materi yang berguna untuk kamu kedepannya. Tapi, sayang sekali hampir beberapa maba sempat tertidur di siang hari karna lelah. Bukan hanya sekedar materi yang bisa di dapat di Gerigi ITS ini, tapi pertemanan dan persahabatan. Saya tidak menyangka bisa mempunyai teman di setiap jurusan yang ada di ITS. Siapa yang  bisa menyangka hal ini bisa terjadi di Gerigi ITS? Yang awalnya saya kira hanya kegiatan membosankan. Tapi saya salah, karna Gerigi ITS betul merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dan mengasikkan. Bukan hanya dengan sesama maba kita mengenal di gerigi its ini, melainkan bersama senior dari beberapa jurusan. Senior nya juga asik! Bukan seperti yang biasa digambarkan di ftv bahwa senior itu galak dan berkuasa. Gerigi ITS memang berbeda, dan saya bangga bisa mengikuti kegiatan ini. Kegiatan yang hanya kita temukan di kampus perjuangan.. ITS! Hari kedua dilaksanakanlah show off kelompok. Wah bangga sekali rasanya untuk menyanyikan yel-yel dari kelompok sendiri. Latihan setiap sore itu tidak membuat kami kecewa, karna kami puas dengan penampilan kami. Saya juga terhibur dengan penampilan dari kelompok lain, ya disini menyimpulkan bahwa anak ITS memang ‘kreatif’. Dari kegiatan show off ini saya bisa mengambil pelajaran bahwa kekompakan dari suatu team itu membuahkan hasil yang sangat baik. Butkinya? Kelompok saya sukses, dan kita berhasil membuat orang-orang tertawa. Bukan hanya materi, senang-senang yang bisa kita rasakan di acara Gerigi ITS ini, tapi ada juga pelajaran yang sangat bermanfaat.
               


    Hari terakhir di Gerigi ITS ini, kita tidak berpisah lagi menjadi kelompok. Melainkan kita akan bergabung menjadi sebuah Komunal yang akan beraksi menunjukkan bakat kami. Saya tidak menyangka, dalam waktu ±30 menit.... 400 orang mahasiswa baru bisa kompak dalam menyanyikan yel-yel beserta gerakannya untuk show off nanti.
    Disini komting dari komunal 8 sangat berhasil menurut saya. Sebagai seorang pemimpin di dalam forum kecil saja kita bisa berhasil. Disini juga saya mengambil kesimpulan bahwa dimanapun kita berada kita bisa berhasil apabila kita memang ingin berhasil. Dan ada satu lagi! Siapa sangka kakak pembimbing OC, SC, IC dari komunal 8 memberikan apresiasi kepada kami berupa joget caesar.



    Simple memang, tapi sangat mengesankan. Hanya di Komunal 8 yang kakak pembimbingnya seperti ini hehe. Sekilas adalah foto dari kakak pembimbing komunal 8. Seru bukan? Banyak sekali manfaat dan kebahagian selama acara Gerigi ITS ini. Rasanya 3 hari meraskan Gerigi itu tidak cukup untuk saya. Banyak sekali hal positif yang bisa di ambil dari acara ini. Saya berharap bahwa maba ITS 2013 benar-benar bisa menjadi penerus bangsa yang integralistik. 


    GERIGI ITS!!
    Bersama! Bersinergi! Jaya Almamaterku!


    Label: 0 komentar | edit post
    Fitri Larasati Rifqatusa'adah Lubis
    Soal : Kue apa yang di tengah2 nya ada lubang ?
    Jawaban : Kue Donat
    Soal : Mas apa yang ada lubang di  tengah2 nya ?
    Jawaban : Masih donat goblok
    Soal : Tol apa yang ada lubang di tengah nya ?
    Jawaban : Tolol donat! Goblok
    Soal : Orang apa yang ada lubang di tengah2 nya ?
    Jawaban : Orang bilang donat
    Fitri Larasati Rifqatusa'adah Lubis
    Adi : "Wel, gue punya tebak2an nih"
    Welli : "Apaan tuh?"
    Adi : "Binatang apa yang paling buas?"
    Welli : "Bego lu, ya singa lah.. Gampang amat!"
    Adi : "Lo tu yang bego, salah tau..!"
    Welli : "Yee, emang apaan?"
    Adi : "AYAM BAKAR JAKARTA''


    hahaha lucu ya wkwk