Fitri Larasati Rifqatusa'adah Lubis
MEMBACA
Mendengar kata membaca, difikiran kita pasti terbayang dengan buku. Buku merupakan sumber ilmu, hal itu sering dikatakan oleh masyarakat luas. Tetapi, apa iya semua buku merupakan sumber ilmu? Bukankah buku yang mengandung ilmu itu hanya buku pelajaran saja? Jawabannya adalah TIDAK. Memang buku yang memiliki banyak ilmu pengetahuan itu kebanyakan adalah buku-buku pelajaran, tetapi buku-buku fiksi maupun non fiksi itu merupakan sumber ilmu juga. Kita ambil contoh seperti sebuah novel. kebanyakan orang menganggap novel itu hanya sebuah karangan seseorang yang di dapat dari imajinasinya maupun kisah hidupnya. Kebanyakan orang menganggap sebuah novel itu hanya sebagai sarana hiburan di waktu luang saja. Apakah dari sekian banyak orang yang membaca novel itu sadar bahwa sebenarnya novel itu juga memiliki ilmu? Memang di novel tidak ada rumus-rumus fisika maupun matematika, tetapi ilmu kehidupan bisa kita dapat ketika membaca novel.
Banyak orang yang tidak gemar membaca, alasan yang biasa kita dengar adalah "pusing, isinya tulisan semua". Nah solusi untuk menghadapi masalah seperti itu adalah, budayakan membaca sejak kecil. Tidak ada ruginya jika kita mulai membaca sejak dini. Dimulai dari membaca buku cerita anak-anak, dongeng, itu juga merupakan sumber ilmu bagi si anak. Mulailah membaca sejak dini, tidak ada ruginya jika kita membaca. Dimulai dari kegemaran membaca komik saja sudah merupakan awal yang baik bagi para pemula yang ingin membaca. Walaupun komik banyak mengandung gambar, tapi tetap saja jika kita membaca dan sudah asik pasti kita selalu penasaran dengan isinya.
Membaca tidak membuat kita rugi dalam waktu. Ada orang yang berpendapat bahwa membaca itu membuang-buang waktu saja. Oh kata siapa? Membaca itu kan baik, dan lagipula buku adalah sumber ilmu, berarti tidak membuang waktu kan? Kita justru menambah ilmu kita.
Cara membaca setiap jenis buku juga berbeda. Jika kita membaca buku pelajaran dibutuhkan konsentrasi, tetapi jika membaca sebuah novel kita bisa membacanya dimana saja dan kapanpun kita mau. Tidak perlu menghafal apa isi buku itu, dengan sendirinya kita akan mengingat kronologi dari buku tersebut. Kita paham apa yang disampaikan oleh si penulis, hal ini yang membuat kita juga gemar membaca.
Manfaat membaca sangat banyak, ada beberapa point yang saya kutip dari manfaat membaca, yaitu :
Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
Ketika sibuk membaca, sesorang terhalang masuk dalam kebodohan.
Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
Membaca membatu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
Dengan sering membaca, seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalama orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksanan dan kecerdasan para sarjana.
Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya baik untuk mendapat dan merespon ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari disiplin ilmu dan aplikasi didalam hidup.
Keyakinan seseorangakan bertambah ketika dia membaca buku2 yang bermanfaat, terutama buku2 yang ditulis oleh penulis2 muslim yag saleh. Buku itu adalah penyampai ceramah terbaik dan ia mempunyai pengaruh kuat untuk menuntun seseorang menuju kebaikan dan menjauhkan dari kejahatan.
Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia2
Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat, lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat.
Jadi, kapan anda akan mulai membaca? Jangan ditunda lagi, tidak ada kerugian yang anda peroleh dari membaca.
Fitri Larasati Rifqatusa'adah Lubis
GERIGI ITS
“Bersama Bersinergi Jaya Almamaterku!”
Nama saya Fitri Larasati asal dari Jakarta dan saat ini
menjadi mahasiswi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan menjadi
bagian dari fakultas FTIf jurusan Sistem Informasi. Pada tanggal 30 Agustus – 1
September 2013, saya mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM ITS yaitu
Generasi Integralistik atau sering disebut GERIGI ITS 2013. Awalnya saya merasa
acara ini hanya membuat saya merasa capek, lelah, dll. Awalnya saja kita sudah
disuruh untuk meminjam almamater, ini membuat saya awalnya yakin bahwa gerigi
itu ribet. Memang, hari pertama acara gerigi kita maba ITS 2013 dikumpulkan
jam 14.00 WIB di taman alumni ITS itu sangat mengesalkan. Karena apa? Panas
matahari yang sangat terik. Sehabis pembukaan kita melanjutkan untuk shalat
ashar dan menuju spot yang telah ditentukan. Saat itu saya berada di Komunal 8,
Kelompok 5 (Candi Pari). Kelompok saya mendapat spot di plasa fmipa-kimia.
Disitu kita mulai berkenalan satu sama lain dan bercerita tentang perjuangan
kita untuk bisa berada di kampus perjuangan ITS. Pada sore hari, kita
mendapatkan materi mengenai peran fungsi mahasiswa. Materi ini adalah materi
yang paling saya sukai karna menjelaskan dengan detail peran kita sebagai
mahasiswa. Yaitu “agent of change, moral force, iron stock, dan social
control”. Mendengar materi yang disampaikan oleh senior ITS membuat saya ingin
menjalankan semua peran fungsi mahasiswa. Selanjutnya acara gerigi di lanjutkan
dengan materi yang lain dan saat waktu pulang kelompok saya masih berlatih
untuk persiapan show off nanti.
Hari kedua Gerigi ITS sama dengan hari kemarin. Kami
mendapatkan materi yang berguna untuk kamu kedepannya. Tapi, sayang sekali
hampir beberapa maba sempat tertidur di siang hari karna lelah. Bukan hanya
sekedar materi yang bisa di dapat di Gerigi ITS ini, tapi pertemanan dan
persahabatan. Saya tidak menyangka bisa mempunyai teman di setiap jurusan yang
ada di ITS. Siapa yang bisa menyangka
hal ini bisa terjadi di Gerigi ITS? Yang awalnya saya kira hanya kegiatan
membosankan. Tapi saya salah, karna Gerigi ITS betul merupakan kegiatan yang
sangat bermanfaat dan mengasikkan. Bukan hanya dengan sesama maba kita mengenal
di gerigi its ini, melainkan bersama senior dari beberapa jurusan. Senior nya
juga asik! Bukan seperti yang biasa digambarkan di ftv bahwa senior itu galak
dan berkuasa. Gerigi ITS memang berbeda, dan saya bangga bisa mengikuti
kegiatan ini. Kegiatan yang hanya kita temukan di kampus perjuangan.. ITS! Hari
kedua dilaksanakanlah show off kelompok. Wah bangga sekali rasanya untuk
menyanyikan yel-yel dari kelompok sendiri. Latihan setiap sore itu tidak
membuat kami kecewa, karna kami puas dengan penampilan kami. Saya juga terhibur
dengan penampilan dari kelompok lain, ya disini menyimpulkan bahwa anak ITS
memang ‘kreatif’. Dari kegiatan show off ini saya bisa mengambil pelajaran
bahwa kekompakan dari suatu team itu membuahkan hasil yang sangat baik.
Butkinya? Kelompok saya sukses, dan kita berhasil membuat orang-orang tertawa.
Bukan hanya materi, senang-senang yang bisa kita rasakan di acara Gerigi ITS
ini, tapi ada juga pelajaran yang sangat bermanfaat.
Hari
terakhir di Gerigi ITS ini, kita tidak berpisah lagi menjadi kelompok.
Melainkan kita akan bergabung menjadi sebuah Komunal yang akan beraksi
menunjukkan bakat kami. Saya tidak menyangka, dalam waktu ±30 menit.... 400
orang mahasiswa baru bisa kompak dalam menyanyikan yel-yel beserta gerakannya
untuk show off nanti.
Disini
komting dari komunal 8 sangat berhasil menurut saya. Sebagai seorang pemimpin
di dalam forum kecil saja kita bisa berhasil. Disini juga saya mengambil
kesimpulan bahwa dimanapun kita berada kita bisa berhasil apabila kita memang
ingin berhasil. Dan ada satu lagi! Siapa sangka kakak pembimbing OC, SC, IC
dari komunal 8 memberikan apresiasi kepada kami berupa joget caesar.
Simple
memang, tapi sangat mengesankan. Hanya di Komunal 8 yang kakak pembimbingnya
seperti ini hehe. Sekilas adalah foto dari kakak pembimbing komunal 8. Seru
bukan? Banyak sekali manfaat dan kebahagian selama acara Gerigi ITS ini.
Rasanya 3 hari meraskan Gerigi itu tidak cukup untuk saya. Banyak sekali hal
positif yang bisa di ambil dari acara ini. Saya berharap bahwa maba ITS 2013
benar-benar bisa menjadi penerus bangsa yang integralistik.
GERIGI ITS!!
Bersama! Bersinergi! Jaya Almamaterku!